Selasa, 25 Agustus 2015

Cinta itu Pahit



Kenyataan tidak selalu sesuai dengan keinginan
Pernahkah anda merasakan jatuh cinta tanpa alasan? Pernahkah anda terbuai akan angan tanpa batas karena telah diliputi oleh perasaan yang sangat kuat terhadap seseorang? Jika iya, maka dapat dipastikan pada saat itu anda telah jatuh cinta, anda telah mendapatkan sebuah anugrah yang sangat mulia karena merupakan awal dari sebuah jalinan kasih pasangan hidup di dunia ini.
Tidak terasa kita saat ini telah berada di tahun 2015, tahun dimana semua akses komunikasi seakan tanpa batas, kita dapat berhubungan dengan siapa saja tanpa terkecuali, sehingga hal itu dapat membuat kita mengenal lebih jauh kehidupan masyarakat yang sebelumnya sangat sulit untuk kita akses kesana, mulai dari media sosial di internet serta maraknya teknologi hape pintar seakan membuat Globalisasi kembali menunjukkan taringnya, Globalisasi kembali menegaskan bahwa di dunia ini tidak ada fenomena yang tidak dapat dijelaskan.
Pada ungkapan beberapa kata malam ini, mengapa menulis memberikan judul bahwa kenyataan tidak selalu sesuai dengan keinginan?  Mungkin lebih tepatnya tulisan ini adalah ungkapan perasaan yang sedang dialami oleh penulis untuk beberapa hari belakangan ini, hahaha mungkin bisa dibilang curhat juga sih.
Jatuh cinta adalah sebuah fenomena yang bahkan kita sendiri tidak dapat membendungnya, ia datang secara alami kepada setiap diri manusia yang ada di dunia tanpa terkecuali, ia merupakan sebuah anugrah kehidupan yang selalu menyenangkan hati bila diterima namun begitu menyakitkan bila ditolak.
Berawal dari pertemuan sang penulis dengan seorang gadis yang kemudian membuatnya jatuh cinta tanpa terlebih dahulu mengetahui mengapa alasan dia menyukai gadis tersebut, saking cintanya sang penulis dengan gadis tersebut hingga membuatnya terus dilanda lamunan tak berujung, tidak hanya di dalam mimpi, namun terkadang sering terbuai dalam setiap tindakannya, perilakunya yang selalu salah tingkah ketika berhadapan dengan sang doi selalu memberikan gambaran betapa cintanya si penulis kepada gadis tersebut, namun apa daya sebesar apapun usaha yang telah dilakukan oleh sang penulis, hingga saat ini ia juga belum mendapatkan respon positif dari sang gadis.
Namun beberapa hari belakangan, ada beberapa kejadian menarik yang dialami oleh sang Penulis, salah satunya adalah dimana ketika ia berusaha untuk selalu mendapat perhatian dari sang gadis, namun disaat yang bersamaan ada banyak gadis lainnya yang bahkan tanpa diminta dan disuruh menaruh perhatian lebih kepada sang penulis, sehingga mendapatkan fenomena seperti ini
Oleh karena itu sang penulis butuh banyak masukan dari pembaca, sekiranya memiliki ide ataupun saran yang menarik untuk diberikan kepada penulis maka dengan sangat memohon agar di berikan beberapa informasi serta masukan yang positif apakah nantinya sang penulis kemudian merubah keinginannya untuk mendapatkan hati sang gadis pujaan hatinya namun tidak memberikan respon apapun yang secara tidak langsung selalu terkesan menyakitkan hati penulis, dan beralih kepada gadis yang dengan berani mengungkapkan perasaannya kepada si penulis. Tapi sebagai jawaban awal si penulis, ia berpesan bahwa “Tidak sepatutnya ada kata menyerah bagi laki-laki untuk mendapatkan cinta, karena pada hakikatnya laki-lakilah yang harus berjuang dalam mempertahankan cintanya, meski harus berkorban nyawa sekalipun”, semoga saja apapun hasilnya adalah yang terbaik yang telah diberikan Tuhan YME kepada sang penulis.

Sekian untuk sedikit coretan masa lalu
______________________________________
Dari Sang Pengembara Cinta  

Kamis, 19 Februari 2015

Traffic Light I’m in Love




Hai, namaku adalah Nanda, aku adalah mahasiswa akhir di Universitas Muda Gaul Beutz ya kalo kata orang orang sih disingkat menjadi UMGB. Keren kan? Sejak pertama kali masuk kuliah sampai cerita ini kubuat, aku tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang dari seorang perempuan yang jadi cikal-bakal istriku nanti, adik ato kakak perempuan gak termasuk ya…apabila ibu, ya iyalah menurut ngana..masak ibu gue sendiri gak sayang sama anaknya yang ganteng ini *meski orang-orang tidak percaya dengan spekulasi ini.
Bagiku hidup berarti menikmati apa yang kamu miliki saat ini, melakukan setiap tindakan yang menurut orang biasa tapi bisa kamu buat menjadi lebih luar biasa, dan kalo kalian mau tau aku adalah tipikal orang yang tidak akan pernah menyerah pada keadaan, bisa dikatakan over idealis… tetapi tidak di satu hal, yaitu soal cinta.
Entah kenapa bagiku 1 kata beranggotakan 5 huruf tersebut merupakan sesuatu yang amat tabu untuk dibahas dan ketika membahas hal yang berkaitan dengan hal ini tiba-tiba saja tubuhku menjadi kaku serta menjadi sangat realistis. Karenanya bahkan aku tidak pernah berani bermimpi untuk memiliki istri yang cantik bak Bidadari dikarenakan aku selalu melihat kekurangan yang ada pada diriku hingga saat ini, menjadikan aku tidak pernah pede jika harus pedekate dengan perempuan, apalagi perempuan yang cantik.
Tapi beberapa keterangan diatas hanyalah sebingkai cerita masa lalu yang bisa kuungkapkan, karena mulai saat ini segalanya dalam hidupku telah berubah, bukan perubahan seperti Power Ranger atau Jiban dan pembela kebenaran lainnya ya, tetapi lebih kepada perubahan sikap dan keberanian dalam membangun suatu relasi atau hubungan. Penasaran dengan cerita singkat pertemuanku dengan gadis yang telah merubah hidupku? Apa saja yang telah kami lakukan berdua hingga saat ini? Dan apa saja dampak positif atau negative sebelum dan sesudah menjalin hubungan? Mari kita dengarkan ceritanya.
Kenapa dinamakan sebagai Cinta di Lampu Lalu Lintas? Adakah dari kalian pernah bertanya ada apa gerangan..kenapa lampus lalu lintas yang hakikatnya hanyalah benda diam, penunjuk dan aba-aba agar tidak terjadi kecelakaan berlalu lintas, apa jangan-jangan wanita yang akan aku ceritakan adalah Polwan, atau mungkin orang-orang yang suka mangkal di Lampu Merah..idiiih amit-amit malah kalo sampai bentukan seperti itu, lagian aku juga masih laki-laki normal yang menyukai perempuan, hanya saja aku terlalu takut untuk mengungkapkan semua yang ada didalam hatiku, dan agan-agan sekalian tidak usah berbasa basi, adapun cerpen karanganku ini terbagi akan 3 bagian, bagian pertama adalah Lampu Merah, berisikan konflik kehidupan dalam hidup Nanda yang kemudian berujung pada pertemuannya dengan seorang gadis yang akan merubah hidupnya, bagian kedua adalah Lampu Kuning dimana akan bercerita dengan ujian yang akan dihadapi oleh keduanya dalam memperjuangkan perasaan masing-masing, sedangkan bagian ketiga atau disebut juga sebagai bagian yang terakhir dari cerpen ini adalah lampu hijau yang akan menceritakan akhir dari cerpen ini dan kepastian dari hubungan Nanda dan gadis pujaannya, apakah nantinya berakhir indah? Ataukah justru menjadi akhir yang menyedihkan seperti kisah percintaan Rama Shinta, Romeo dan Juliet, atau Johan dan Jamilah…*well pasangan yang terakhir siapa ya? Ya tidak perlu dibahas karena jika dipaparkan mungkin bisa mengalahkan banyaknya halaman skripsi, padahal disini sang penulis juga bahkan belum memulai skripsinya.
A.   LAMPU MERAH
Semilir angin berhembus dari Ufuk Barat di Daerah Barat Kota Bantul, tepatnya di dekat UMGB, (Universitas Muda Gaul Beutz), suara gemuruh kendaraan dan asap knalpot semakin membuat suasana pagi hari bertambah semrawut, seperti halnya perasaan Nanda yang bahkan tiap hari harus selalu dirundung rasa semrawut dan rasa galau karena memikirkan masalah Laptopnya yang rusak, padahal belum lama dipakai dan di beli dengan kredit, itupun padahal uang muka kreditnya juga hasil ngutang dari temennya.
Seperti kata pepatah yang mengatakan “habis jatuh tertimpa tangga pula”, itulah mungkin yang dirasakan oleh Nanda, disaat dia harus mengerjakan Skripsinya, disaat dia membutuhkan laptop untuk menyelesaikan Project nya, musibah ini justru datang menghantui, hingga pernah terbesit dalam pikirannya untuk mengakhiri hidupnya..eitss jangan negative thinking dulu, maksudnya bukan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, melainkan cuman berhenti dari perkualiahannya dan lebih memikirkan bagaimana cara mendapatkan pekerjaan, tetapi sebelum melakukan hal itu Nanda melakukan shalat Istikharah meminta petunjuk dari Allah agar diberikan jalan. Hingga akhirnya dimalam hari Nanda bertemu dengan sesosok kakek mengenakan pakaian serba putih dan mengatakan kepadanya bahwa orang tua Nanda sangat menyayanginya dan mengatakan bahwa mereka pasti sangat tidak setuju atau bahkan terpukul jika Nanda berhenti dari perkuliahannya, apalagi hal ini cuman dikarenakan masalah Laptop, dan nanda juga anak pertama dari 3 bersaudara yang ada dirumahnya, yang dengan kata lain dialah orang yang menjadi tulang punggung keluarga setelah Bapaknya dan demi kedua orang adik-adiknya.
Paginya Nanda terbangun dan dengan mengucap Do’a setelah bangun tidur, Nanda kemudian melaksanakan Shalat Subuh dan masih penasaran dengan mimpinya tadi malam, hingga akhirnya disaat Nanda akan berangkat kekampus, dia melihat seorang kakek yang tidak kuat mendorong gerobaknya untuk menyeberang jalan, merasa iba dengan kakek itu, Nanda menolong kakek itu hingga sampai diseberang jalan, tapi sungguh kagetlah Nanda, karena kakek yang baru saja ditolongnya sangat mirip dengan kakek yang memberikannya nasehat dimimpi tadi malam, yang berbeda hanyalah penampilan mereka berdua, karena yang dimimpinya terlihat dan rapi dan bersih sedangkan yang dibantunya pagi hari kebalikan dari semua itu. Sesaat kemudian ketika berpamitan dan masih dengan raut wajah penasaran sang kakek tiba-tiba berkata, terima kasih banyak anak muda dan ingatlah bahwa perkataanku tadi malam adalah kebenaran. Mendengar hal itu tentu saja membuat Nanda menjadi lebih kaget, tetapi sebelum sempat bertanya kakek itu sudah jauh berjalan bersama gerobaknya ditengah kerumunan masyarakat. Kejadian ini sentak membuat hidup Nanda mulai menemui titik terang.
Ketika sepulang dari tempatnya kuliah, Nanda berniat untuk mampir terlebih dahulu ketoko buku, untuk melihat-lihat apakah ada komik baru yang rilis..hhe, dikira mau nyari buku, eh…ternyata malah nyari komik..hadeeh. Angin kebaikan ikut bersama Nanda dalam perjalanannya ke toko Buku, karena ketika berhenti dilampu merah tiba-tiba saja pandangan Nanda berhenti disatu titik, yaitu sesosok perempuan berpakain Syar’ie dan terlihat sangat anggun dan cantik. Sontak Nanda menjadi kaget sekaligus terkesima sambil bertanya “Subhanallah, betapa cantiknya wanita itu, bidadari manakah kiranya yang sedang menyamar menjadi manusia dibumi ini? Sebelum nanda selesai melamun dia sudah dikagetkan dengan suara klakson kendaraan yang ada dibelakangnya, karena ternyata sudah lampu hijau sedang Nanda masih berhenti, sontak orang-orang dibelakangnya pada teriak sambil memaki Nanda. Nanda segera bergerak cepat mengendarai motornya dan tidak sedikitpun merasa terusik dengan makian dari orang-orang tadi karena hingga saat itu pikirannya masih saja tertuju pada satu orang gadis tersebut.
Ternyata yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Nanda adalah ternyata kejadian yang sama terulang berulang kali di lampu merah yang sama hingga kurang lebih sebanyak 5 kali, dan selama 5 kali itu pulalah dia dimaki oleh orang berkendara dibelakangnya karena selama itu pula dia selalu melamunkan gadis yang dilihatnya di lampu merah tersebut. Pada malam harinya Nanda kembali berdo’a dan meminta petunjuk dari Allah mengenai kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini, dan dia meminta apabila sosok wanita itu adalah calon jodohnya nanti maka agar dipertemukan ditempat yang sama dan agar bisa saling menyapa.
Keesokan harinya, ditempat yang sama Nanda dengan setia menunggu kedatangan dan lebih tepatnya lewatnya si gadis pujaan ditempat mereka telah 5 kali bertemu sebelumnya tetapi tidak sekalipun mereka saling menyapa apalagi menanyakan nama satu sama lain, hha mungkin emang nasib Nanda yang tidak pernah berhasil dalam urusan asmara…oke tidak perlu berlama-lama, mari kita liat bagaimana kelanjutan ceritanya. Setelah lebih dari 1 jam menunggu disekitar lampu merah itu, tidak ada juga tanda-tanda akan kemunculannya gadis itu, hingga Nanda mulai pesimis dan berkata inilah jawaban dari Tuhan dan agar melupakan gadis itu karena kesukaannya kepada gadis itu masih dikarenakan Nafsu Syahwat belaka, dan bukan karena cinta sejati, disaat dia sudah siap untuk meninggalkan lampu merah itu betapa kagetnya dia karena dibelakangnya persis ternyata telah berdiri diatas motornya sosok gadis yang sudah sejam lebih ditunggunya, dan tiba-tiba saja buku yang dibawa sang gadis terjatuh kejalan sontak membuat orang menjadi panik dan dengan kesigapan Nanda buku-buku itu bisa diselamatkan tepat waktu sehingga tepat sebelum lampu hijau buku-buku itu sudah rapi didalam tas sang pemilik yaitu gadis pujaan hati Nanda selama ini.
Seperti gayung bersambut, sesaat setelah lewat dari lampu merah sang Gadis meminta Nanda untuk menepi sebentar, dengan senang hati Nanda melakukannya, dan disana Sang Gadis memperkenalkan dirinya yg ternyata bernama Dita, tentu saja dengan sigap Nanda juga memperkenalkan dirinya. Setelah bertukar pin BBM merekapun pulang ketempat tujuan masing-masing.
*Apakah yang terjadi selanjutnya..??Bagaimana Kelanjutan cerita mereka berdua..?? nantikan diseri selanjutnya di episode kedua “Lampu Kuning”.