Hai, namaku adalah Nanda, aku adalah mahasiswa akhir di
Universitas Muda Gaul Beutz ya kalo kata orang orang sih disingkat menjadi
UMGB. Keren kan? Sejak pertama kali masuk kuliah sampai cerita ini kubuat, aku
tidak pernah sekalipun merasakan kasih sayang dari seorang perempuan yang jadi
cikal-bakal istriku nanti, adik ato kakak perempuan gak termasuk ya…apabila
ibu, ya iyalah menurut ngana..masak ibu gue sendiri gak sayang sama anaknya
yang ganteng ini *meski orang-orang tidak percaya dengan spekulasi ini.
Bagiku hidup berarti menikmati apa yang kamu miliki saat ini,
melakukan setiap tindakan yang menurut orang biasa tapi bisa kamu buat menjadi
lebih luar biasa, dan kalo kalian mau tau aku adalah tipikal orang yang tidak
akan pernah menyerah pada keadaan, bisa dikatakan over idealis… tetapi tidak di
satu hal, yaitu soal cinta.
Entah kenapa bagiku 1 kata beranggotakan 5 huruf tersebut
merupakan sesuatu yang amat tabu untuk dibahas dan ketika membahas hal yang
berkaitan dengan hal ini tiba-tiba saja tubuhku menjadi kaku serta menjadi
sangat realistis. Karenanya bahkan aku tidak pernah berani bermimpi untuk
memiliki istri yang cantik bak Bidadari dikarenakan aku selalu melihat
kekurangan yang ada pada diriku hingga saat ini, menjadikan aku tidak pernah
pede jika harus pedekate dengan perempuan, apalagi perempuan yang cantik.
Tapi beberapa keterangan diatas hanyalah sebingkai cerita masa
lalu yang bisa kuungkapkan, karena mulai saat ini segalanya dalam hidupku telah
berubah, bukan perubahan seperti Power Ranger atau Jiban dan pembela kebenaran
lainnya ya, tetapi lebih kepada perubahan sikap dan keberanian dalam membangun
suatu relasi atau hubungan. Penasaran dengan cerita singkat pertemuanku dengan
gadis yang telah merubah hidupku? Apa saja yang telah kami lakukan berdua
hingga saat ini? Dan apa saja dampak positif atau negative sebelum dan sesudah
menjalin hubungan? Mari kita dengarkan ceritanya.
Kenapa dinamakan sebagai Cinta di Lampu Lalu Lintas? Adakah dari
kalian pernah bertanya ada apa gerangan..kenapa lampus lalu lintas yang
hakikatnya hanyalah benda diam, penunjuk dan aba-aba agar tidak terjadi
kecelakaan berlalu lintas, apa jangan-jangan wanita yang akan aku ceritakan
adalah Polwan, atau mungkin orang-orang yang suka mangkal di Lampu
Merah..idiiih amit-amit malah kalo sampai bentukan seperti itu, lagian aku juga
masih laki-laki normal yang menyukai perempuan, hanya saja aku terlalu takut
untuk mengungkapkan semua yang ada didalam hatiku, dan agan-agan sekalian tidak
usah berbasa basi, adapun cerpen karanganku ini terbagi akan 3 bagian, bagian
pertama adalah Lampu Merah, berisikan konflik kehidupan dalam hidup Nanda yang
kemudian berujung pada pertemuannya dengan seorang gadis yang akan merubah
hidupnya, bagian kedua adalah Lampu Kuning dimana akan bercerita dengan ujian
yang akan dihadapi oleh keduanya dalam memperjuangkan perasaan masing-masing,
sedangkan bagian ketiga atau disebut juga sebagai bagian yang terakhir dari
cerpen ini adalah lampu hijau yang akan menceritakan akhir dari cerpen ini dan
kepastian dari hubungan Nanda dan gadis pujaannya, apakah nantinya berakhir
indah? Ataukah justru menjadi akhir yang menyedihkan seperti kisah percintaan
Rama Shinta, Romeo dan Juliet, atau Johan dan Jamilah…*well pasangan yang
terakhir siapa ya? Ya tidak perlu dibahas karena jika dipaparkan mungkin bisa
mengalahkan banyaknya halaman skripsi, padahal disini sang penulis juga bahkan
belum memulai skripsinya.
A. LAMPU
MERAH
Semilir angin berhembus dari Ufuk Barat di Daerah
Barat Kota Bantul, tepatnya di dekat UMGB, (Universitas Muda Gaul Beutz), suara
gemuruh kendaraan dan asap knalpot semakin membuat suasana pagi hari bertambah
semrawut, seperti halnya perasaan Nanda yang bahkan tiap hari harus selalu
dirundung rasa semrawut dan rasa galau karena memikirkan masalah Laptopnya yang
rusak, padahal belum lama dipakai dan di beli dengan kredit, itupun padahal
uang muka kreditnya juga hasil ngutang dari temennya.
Seperti kata pepatah yang mengatakan “habis jatuh
tertimpa tangga pula”, itulah mungkin yang dirasakan oleh Nanda, disaat dia
harus mengerjakan Skripsinya, disaat dia membutuhkan laptop untuk menyelesaikan
Project nya, musibah ini justru datang menghantui, hingga pernah terbesit dalam
pikirannya untuk mengakhiri hidupnya..eitss jangan negative thinking dulu, maksudnya
bukan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, melainkan cuman berhenti dari
perkualiahannya dan lebih memikirkan bagaimana cara mendapatkan pekerjaan,
tetapi sebelum melakukan hal itu Nanda melakukan shalat Istikharah meminta
petunjuk dari Allah agar diberikan jalan. Hingga akhirnya dimalam hari Nanda
bertemu dengan sesosok kakek mengenakan pakaian serba putih dan mengatakan
kepadanya bahwa orang tua Nanda sangat menyayanginya dan mengatakan bahwa
mereka pasti sangat tidak setuju atau bahkan terpukul jika Nanda berhenti dari
perkuliahannya, apalagi hal ini cuman dikarenakan masalah Laptop, dan nanda
juga anak pertama dari 3 bersaudara yang ada dirumahnya, yang dengan kata lain
dialah orang yang menjadi tulang punggung keluarga setelah Bapaknya dan demi
kedua orang adik-adiknya.
Paginya Nanda terbangun dan dengan mengucap Do’a
setelah bangun tidur, Nanda kemudian melaksanakan Shalat Subuh dan masih
penasaran dengan mimpinya tadi malam, hingga akhirnya disaat Nanda akan
berangkat kekampus, dia melihat seorang kakek yang tidak kuat mendorong
gerobaknya untuk menyeberang jalan, merasa iba dengan kakek itu, Nanda menolong
kakek itu hingga sampai diseberang jalan, tapi sungguh kagetlah Nanda, karena
kakek yang baru saja ditolongnya sangat mirip dengan kakek yang memberikannya
nasehat dimimpi tadi malam, yang berbeda hanyalah penampilan mereka berdua,
karena yang dimimpinya terlihat dan rapi dan bersih sedangkan yang dibantunya
pagi hari kebalikan dari semua itu. Sesaat kemudian ketika berpamitan dan masih
dengan raut wajah penasaran sang kakek tiba-tiba berkata, terima kasih banyak
anak muda dan ingatlah bahwa perkataanku tadi malam adalah kebenaran. Mendengar
hal itu tentu saja membuat Nanda menjadi lebih kaget, tetapi sebelum sempat
bertanya kakek itu sudah jauh berjalan bersama gerobaknya ditengah kerumunan
masyarakat. Kejadian ini sentak membuat hidup Nanda mulai menemui titik terang.
Ketika sepulang dari tempatnya kuliah, Nanda
berniat untuk mampir terlebih dahulu ketoko buku, untuk melihat-lihat apakah
ada komik baru yang rilis..hhe, dikira mau nyari buku, eh…ternyata malah nyari
komik..hadeeh. Angin kebaikan ikut bersama Nanda dalam perjalanannya ke toko Buku,
karena ketika berhenti dilampu merah tiba-tiba saja pandangan Nanda berhenti
disatu titik, yaitu sesosok perempuan berpakain Syar’ie dan terlihat sangat
anggun dan cantik. Sontak Nanda menjadi kaget sekaligus terkesima sambil
bertanya “Subhanallah, betapa cantiknya wanita itu, bidadari manakah kiranya
yang sedang menyamar menjadi manusia dibumi ini? Sebelum nanda selesai melamun
dia sudah dikagetkan dengan suara klakson kendaraan yang ada dibelakangnya,
karena ternyata sudah lampu hijau sedang Nanda masih berhenti, sontak
orang-orang dibelakangnya pada teriak sambil memaki Nanda. Nanda segera
bergerak cepat mengendarai motornya dan tidak sedikitpun merasa terusik dengan
makian dari orang-orang tadi karena hingga saat itu pikirannya masih saja
tertuju pada satu orang gadis tersebut.
Ternyata yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya
oleh Nanda adalah ternyata kejadian yang sama terulang berulang kali di lampu
merah yang sama hingga kurang lebih sebanyak 5 kali, dan selama 5 kali itu
pulalah dia dimaki oleh orang berkendara dibelakangnya karena selama itu pula
dia selalu melamunkan gadis yang dilihatnya di lampu merah tersebut. Pada malam
harinya Nanda kembali berdo’a dan meminta petunjuk dari Allah mengenai kejadian
yang menimpanya akhir-akhir ini, dan dia meminta apabila sosok wanita itu
adalah calon jodohnya nanti maka agar dipertemukan ditempat yang sama dan agar
bisa saling menyapa.
Keesokan harinya, ditempat yang sama Nanda dengan
setia menunggu kedatangan dan lebih tepatnya lewatnya si gadis pujaan ditempat
mereka telah 5 kali bertemu sebelumnya tetapi tidak sekalipun mereka saling
menyapa apalagi menanyakan nama satu sama lain, hha mungkin emang nasib Nanda
yang tidak pernah berhasil dalam urusan asmara…oke tidak perlu berlama-lama,
mari kita liat bagaimana kelanjutan ceritanya. Setelah lebih dari 1 jam
menunggu disekitar lampu merah itu, tidak ada juga tanda-tanda akan
kemunculannya gadis itu, hingga Nanda mulai pesimis dan berkata inilah jawaban
dari Tuhan dan agar melupakan gadis itu karena kesukaannya kepada gadis itu
masih dikarenakan Nafsu Syahwat belaka, dan bukan karena cinta sejati, disaat
dia sudah siap untuk meninggalkan lampu merah itu betapa kagetnya dia karena
dibelakangnya persis ternyata telah berdiri diatas motornya sosok gadis yang
sudah sejam lebih ditunggunya, dan tiba-tiba saja buku yang dibawa sang gadis
terjatuh kejalan sontak membuat orang menjadi panik dan dengan kesigapan Nanda
buku-buku itu bisa diselamatkan tepat waktu sehingga tepat sebelum lampu hijau
buku-buku itu sudah rapi didalam tas sang pemilik yaitu gadis pujaan hati Nanda
selama ini.
Seperti gayung bersambut, sesaat setelah lewat
dari lampu merah sang Gadis meminta Nanda untuk menepi sebentar, dengan senang
hati Nanda melakukannya, dan disana Sang Gadis memperkenalkan dirinya yg
ternyata bernama Dita, tentu saja dengan sigap Nanda juga memperkenalkan
dirinya. Setelah bertukar pin BBM merekapun pulang ketempat tujuan
masing-masing.
*Apakah yang terjadi selanjutnya..??Bagaimana
Kelanjutan cerita mereka berdua..?? nantikan diseri selanjutnya di episode
kedua “Lampu Kuning”.